21 Februari 2017

USAHA PELUANG BISNUS COFFE SHOP



KARYA ILMIAH LINGKUNGAN BISNIS

USAHA BISNIS COFFE SHOP



Disusun Oleh :

NAMA : EZA NANDA
KELAS : 16-S1 TI 14
NIM : 16.11.0855

UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2016/2017 




ABSTRAK
               Sebuah warung kopi (Coffee Shop) adalah merujuk kepada sebuah organisasi yang secara esensial menyediakan kopi atau minuman panas lainnya. Ia berbagi beberapa dari ciri-ciri sebuah bar, dan beberapa ciri-ciri sebuah restoran, tetapi ia berbeda dari sebuah warung. Seperti namanya, warung kopi berfokus untuk menyajikan minuman kopi dan teh bahkan makanan ringan(Wikipedia). namun jika anda tertarik ingin membuka warung kopi sendiri dan bingung atau terkendala dengan modal yang kecil, anda tak perlu ragu atau menyerah, anda dapat mendirikan cafe yang sederhana sebagai pemula, nantinya jika sudah berkembang anda dapat membuat cabang yang lebih besar.


ISI
Bisnis coffee shop pastinya membutuhkan peralatan-peralatan tertentu untuk meracik kopinya dong ya. Minuman kopi sendiri sangat banyak jenisnya dan rata-rata dihasilkan dari mesin-mesin peracik kopi yang canggih. Jangan pesimis dulu. Bukan gak mungkin kok memulai coffee shop dengan peralatan-peralatan kopi yang sederhana.
Berikut contoh simulasi alokasi dana untuk membuka coffee shop dengan modal awal Rp 20 juta:
Peralatan
– Moka pot (alat seduh kopi sederhana)= Rp 250 ribu
– Syphon (alat seduh kopi dengan saringan) = Rp 1,1 juta
– V60 (penyeduh kopi dengan filter paper) = Rp 120 ribu
– Vietnam drip (alat manual brewing) = Rp 100 ribu
– French press (alat penghilang ampas kopi) = Rp 325 ribu
– Ketel pemanas = Rp 130 ribu
– Mesin grinder (alat penggiling kopi) = Rp 300 ribu
– Server kopi (alat saji kopi) = Rp 200 ribu
– Gelas pengaduk kopi = Rp 50 ribu
– Milk jug (alat pembuat cream/buih susu) = Rp 130 ribu
– Mini burner (kompor mini pemasak kopi) = Rp 360 ribu
Total = Rp 3.065.000

Perlengkapan
– Meja + Kursi = Rp 700 ribu
– Cangkir saji + alat masak air + kompor = Rp 700 ribu
– Aksesoris pelengkap ruangan = Rp 500 ribu
– 1 Pegawai= Gaji Rp 1 juta
– Kopi + susu + teh + bahan makanan = Rp 1,5 juta
Total = Rp 4.400.000

Biaya lain-lain
– Biaya retribusi / perizinan usaha = Rp 150 ribu
– Bayar pasang listrik prabayar 1300 VA = Rp 1.700.000
Total = Rp 1.850.000

= Rp 3.065.000 + Rp 4.400.000 + Rp 1.850.000
= Rp 9.315.000
= Rp 20.000.000 – Rp 9.315.000 = Rp 10.685.000
Dari total simulasi di atas, sisa uang modal sebesar Rp 10.685.000 disimpan untuk dana operasional selama 3 bulan ke depan.

Keuntungan yang bisa diraih dari bisnis semacam ini gak bisa dipastikan ya. Semua tergantung pasar dan bagaimana menjaga kualitas usaha itu sendiri. Biasanya bisnis kuliner atau coffee shop baru bisa merasakan laba bersih setelah berjalan satu tahun.
Risiko merugi pasti ada, apalagi membuka usaha baru. Ada banyak hal yang bisa ditambah dan diperbaiki kok seiring berjalannya usaha kamu nanti. Diskusikan lagi deh dengan mereka yang sudah sukses menjalankan bisnis coffee shopnya. Jangan malu bertanya!
Menjalankan usaha yang merupakan passion atau hobi dengan serius pasti berjalan lancar. Intinya selama ada niat dan usaha ya jalanin aja bro!

REFRENSI
https://blog.duitpintar.com



0 komentar:

Posting Komentar